Emansipasi adalah usaha untuk mendapatkan hak hak yang belum dimiliki dan persamaan derajad. Emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini adalah hak hak perempuan agar mendapat akses pendidikan yang cukup sebagai modal pendidikan anak anaknya. Juga tambahan ketrampilan standar ibu rumah tangga. Perjuangan RA Kartini tersebut dikenal sebagai emansipasi wanita.
Dari surat menyurat dengan teman temannya di Belanda: banyak yang mengajak Kartini untuk sekolah di Belanda dan menyayangkan Kartini mau dimadu bupati Rembang.
Kini istilah emansipasi wanita telah menjadi suatu bentuk ‘paham atau aliran’: menjadi feminisme. Feminisme tidak sesederhana emansipasi wanita RA Kartini. Persamaan gender, hak politik, perjuangan perlindungan wanita dari kekerasan, perkosaan, perdagangan wanita dan perbudakan, menjadi issu dan target: semacam strugle of life dari feminisme.
Seorang teman menulis dalam status FB: ironis, di jl. Kartini, Mangga Besar Jakarta banyak wanita menjual diri(pramunikmat). Kalaulah dipandang dari feminisme hal itu sah sah saja, tapi bukan emansipasi wanita RA Kartini. Betul kata temanku itu: paradoks.
mugkin sudah takdirmas.
BalasHapus